Prestasi timnas U-19 menjuarai Piala Asia U-19 di Indonesia tahun lalu tak bisa dipungkiri telah mengakhiri puasa gelar per sepakbolaan nasional sejak tahun 1991. Kemenangan itu tak lepas dari usaha keras pelatih Indra Sjafri dan anak buahnya.

Kisah di atas lantas diangkat oleh Mizan Production menjadi sebuah film dengan judul GARUDA 19. Dengan menggunakan novel SEMANGAT MEMBATU sebagai sumber naskahnya, film ini menggambarkan sulitnya pelatih Indra Sjafri dan anak buahnya dalam mendapatkan bibit-bibit pe sepakbola hingga ke pelosok tanah air.

Kesulitan tersebut disebabkan karena selama ini pencarian bakat hanya difokuskan di kota besar. Hampir separuh film ini menceritakan kehidupan pemain yang didapat’ pelatih Indra mulai dari Ngawi (Jatim), Alor (NTT), sampai Kowane Selatan (Sulteng).

“Saya ingin membuat sebuah film bola yang sebenarnya. Selain itu semangat coch Indra dan teman-teman yang pantang menyerah ini perlu didokumentasikan. Selama ini banyak yang tidak tahu prestasi sepakbola nasional karena tidak ada dokumentasi yang bagus. Semoga film ini bisa mengawali, agar lima tahun lagi orang tetap tahu perjuangan U19 yang sekarang,” ujar Andi Bachtiar Yusuf, saat rilis GARUDA 19 di Epicentrum, Kuningan, Jaksel, Kamis (3/10).

Selain cerita yang menarik dan penuh motivasi film ini juga merekam keindahan daerah-daerah tempat Yabes, Sahrul, dan Yazid ditemukan’ oleh coach Indra. Pemandangan alam di pulau Alor jelas akan menggoda mata. Anak-anak bermain bola di pinggir pantai berpasir putih. Ada juga keindahan kampung laut di Kowane Selatan.