Synopsis

Sinopsis

Gelaran Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo. Timnas U-19 berhasil menekuk Vietnam lewat adu penalti (7-6) di partai puncak dan berhak membawa pulang piala resmi pertama yang didapatkan timnas Indonesia sejak 22 tahun yang lalu.

Terbayang kembali jejak-jejak para punggawa Timnas U-19, ketika mulai direkrut Indra Sjafri dan kawan-kawan. Semuanya serba apa adanya, fasilitas dan dana yang minim. Namun tidak membuat gentar Indra Sjafri dan kawan-kawan. Mereka yakin ada bibit hebat pesepakbola tersebar di Nusantara. Perjalanan ini pun dirasakan oleh La Yazid Zidane, seorang anak muda yang sempat bergabung dalam pelatihan Timnas 19. Walau Yazid tak ikut tim karena cedera. Ia merasakan kebanggan terhadap Timnas 19 ini.

Maka, kemenangan AFF U-19 memberikan pelajaran penting apa arti perjuangan itu. Para pemain belum separuh meraih impian. Namun mereka merasakan kebahagiaan, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bagaimana Evan Dimas sudah mulai bisa membantu kehidupan orang tuanya, Sahrul yang tidak lagi kesulitan membeli sepatu, dan Yabes yang membanggakan warga Alor.

Mereka sudah harus bersiap lagi untuk kualifikasi Piala Asia U-19. Indonesia berada di grup G bersama dengan Laos, Filipina, dan juara Piala Asia 12 kali, Korea Selatan. Negara terakhir inilah yang selalu tersebut dalam setiap pertanyaan wartawan pada Coach Indra. Apakah timnas U-19 mampu mengalahkan Korsel?

Di tengah persiapan itu, berbagai tantangan tidak berhenti. Mulai soal tawaran iklan kepada para pemain, status klub Evan Dimas yang tidak diakui, perpindahan stadion ke GBK dan lain-lain. Namun, disini mental pemain ditantang kembali, apakah berhasil mengatasi semua. Dan bagaimana coach Indra Sjafri CS menaikan mental dengan menyuntikan semangat membatu. Termasuk bagaimana situasi perang urat syaraf ketika melawan Korea Selatan untuk menentukan nasib mengikuti PIALA ASIA Oktober 2014. ***